Beranda > ARTIKEL > Kami Harus Berdo’a

Kami Harus Berdo’a

Dunia ini telah merasa bosan dengan tinggkah laku manusia, ataukah Tuhan telah murka kepada kita?. Banyak sekali pertayaan dan peryataan yang mungkin muncul dibenak kita, ketika dalam beberapa tahun terakhir , dunia yang sudah kita tempati selama ribuan tahun telah menunjukan “emosinya” karena merasa tidak nyaman dengan tingkah laku kita selaku manusia.
Bangsa Indonesia dalam kurun 5 tahun terakhir ini telah banyak di uji oleh Tuhan YME, mulai dari Tsunami yang telah merenggut ribuan saudara kita di Aceh, kemuadian gempa di Yogyakarta dan Ciamis, tak lama berselang Gempa kembali menyapa mayarakat Tasikmalaya, belum reda air mata ini, Gempa kembali menimpa kota Padang.
Apa yang harus kami lakukan Tuhan?
Allah SWT Berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah : 186 yang artinya “Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), sesungguhnya Aku adalah dekat. Aku akan mengabulkan doanya orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka memenuhi (segala perintah)-Ku. Kemudian dalam ayat lain Allah SWT Berfirman yang artinya “Tuhanmu berfirman,’berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doamu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadat (berdoa) kepada-Ku akan masuk neraka jahannam dalam keadaan hina” Qur’an surat Ghaafir : 60)
Penulis bukanlah seorang penafsir Al-Quran yang baik, tapi penulis merasa yakin ternyata umat islam itu mempunyai sesuatu yang maha dahsyat atau mungkin bahkan “senjata” yang super canggih untuk mengarungi hidup didunia ini yaitu Do’a. Dalam keadaan bagaimanapun, do’a sangat berarti bagi kita. Bahkan Allah SWT telah berjanji “Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkan doamu… (Q.s Ghaafir : 60).
Dalam sebuah tulisan kecil ini penulis hanya ingin memberikan keyakinan kepada saudara-saudaraku yang terkena musibah dimana saja diseluruh Dunia ini, Tuhan bersama kita. Berdoalah kepada Tuhanmu, untuk saudaraku yang beragama Islam, berdoalah kepada Allah SWT. Berdoalah dengan baik dan benar. Mungkin dibawah ini penulis akan sedikit berbagi terkait tata cara / Etika atau Adab Berdoa.
• Pertama, Mencari peluang yang tepat pada waktu-waktu yang dianggap mulia seperti Hari Arafah, Bulan Ramadhan, Hari Jum’at dan sepertiga malam terahir yang terjadi setiap hari.
• Kedua, mencari kondisi-kondisi yang dianggap mulia. Abu Hurairah r.a. berkata “ sesungguhnya pintu langit akan terbuka ketika pasukan jihad fi sabillillah (membela agama Allah) sedang merangkak menuju medan perang, ketika turun hujan dan shalat maktubah dilakukan, maka dalam kondisi-kondisi tersebut hendaknya anda melakukanya untuk berdoa.
• Ketiga, berdoa dengan menghadap kiblat dan mengangkat kedua tangannya sampai terlihat bagian ketiaknya.
• Keempat, Merendahkan suara, antara sangat pelan dank eras
• Kelima, Tidak memaksakan dengan sajak (Lagu) dalam berdoa
• Keenam, Merendahkan diri, Khusyu, berkeinginan keras dengan penuh optimis dan takun akan murka Allah SWT.
• Ketujuh, berdoa dengan penuh kepastian dan merasa optimis atau yakin terkabulkan.
• Kedelapan, Berdoa dengan terus mendesak dan diulang-ulang sampai tiga kali.
• Kesembilan, memulai doa dengan menyebut Asma Allah (dzikrullah), dan tidak langsung memulai dengan memohon.
• Kesepuluh, etika berdoa dari sisi batiniah yaitu tobat.

Semoga apa yang disampaikan dapat bermanfaat. Amin
Sumber bacaan : Munajat Al-Ghajali
: Al- Adzkar wad-Da’awaat
: Ad-Da’awaat al Mustajaabah wa Mafaatih al- Faraj

Kategori:ARTIKEL
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: